Bagaimana Spring Mattress Benar-Benar Menghasilkan Uang? Penjelasan Mendalam tentang Model Bisnisnya →
Bagaimana Spring Mattress Benar-Benar Menghasilkan Uang? Penjelasan Mendalam tentang Model Bisnisnya →
1. Pendahuluan
- Mattress Firm adalah salah satu pengecer kasur terbesar di Indonesia.
- Banyak yang bertanya-tanya bagaimana sebuah perusahaan yang menjual barang pembelian dengan frekuensi rendah seperti kasur tetap mempertahankan profitabilitasnya.
- Artikel ini menguraikan aliran pendapatan dan strategi bisnis Mattress Firm.

2. Aliran Pendapatan Inti
Mattress Firm menghasilkan uang melalui berbagai saluran selain penjualan kasur.
2.1 Penjualan Kasur Langsung
- Markup Tinggi – Kasur sering dijual dengan markup yang signifikan, dengan margin kotor berkisar dari 40% hingga 60%.
- Merek Label Pribadi – Mattress Firm menjual merek eksklusif internal, meningkatkan margin keuntungan.
- Upsell Premium – Mendorong pelanggan untuk membeli model kelas atas agar mendapatkan komisi yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi.
2.2 Aksesori dan Tambahan
- Bantal, Pelindung Kasur, dan Sprei – Produk dengan margin tinggi yang melengkapi penjualan kasur.
- Kerangka Tempat Tidur yang Dapat Disesuaikan – Sering dikemas bersama kasur premium untuk meningkatkan nilai pembelian total.
2.3 Pembiayaan dan Garansi Perpanjangan
- 0% Penawaran Pembiayaan – Bermitra dengan pemberi pinjaman pihak ketiga untuk mendorong pembelian yang lebih besar sambil mendapatkan komisi.
- Garansi Ekstra dan Rencana Perlindungan – Menambah pendapatan dengan risiko minimal bagi perusahaan.
2.4 Kemitraan dengan Merek Kasur
- Biaya Penempatan – Merek kasur membayar untuk penempatan premium di toko.
- Penawaran Eksklusif – Merek menciptakan model kasur eksklusif untuk Mattress Firm, mengurangi perbandingan harga langsung.
3. Strategi Bisnis untuk Keuntungan
3.1 Ekspansi Toko dan Jenuh Pasar
- Strategi Kepadatan Toko Tinggi – Membuka beberapa toko dalam jarak dekat untuk mengontrol pangsa pasar.
- Negosiasi Properti – Memanfaatkan kesepakatan sewa grosir untuk syarat sewa yang lebih baik.
3.2 Penetapan Harga Psikologis dan Diskon
- MSRP Buatan Tinggi – Menciptakan ilusi diskon besar-besaran untuk mendorong rasa urgensi.
- Promosi Penjualan dan Liburan – Sering mengadakan "acara penjualan" untuk menjaga lalu lintas pelanggan yang stabil.
3.3 Model Penjualan Berbasis Komisi
- Staf Penjualan yang Diberi Insentif – Karyawan mendapatkan komisi, memotivasi mereka untuk menjual lebih banyak dan melakukan cross-sell.
- Taktik Penjualan dengan Tekanan Tinggi – Menggunakan penawaran waktu terbatas untuk mendorong pembelian langsung.
3.4 Model Hibrida Online dan Toko Fisik
- Pertumbuhan E-commerce – Bersaing dengan merek kasur online sambil mempertahankan pengalaman showroom fisik.
- Beli Online, Ambil di Toko (BOPIS) – Mengurangi biaya logistik dan meningkatkan kenyamanan.

4. Tantangan dan Strategi Masa Depan
4.1 Kompetisi dari Merek Langsung ke Konsumen (DTC)
- Merek online seperti Casper, Purple, dan Nectar mengganggu ritel tradisional dengan harga yang lebih rendah.
- Mattress Firm telah merespons dengan meningkatkan kehadiran online dan menawarkan pembiayaan yang kompetitif.
4.2 Perluasan Berlebihan dan Kebangkrutan
- Terlalu banyak toko menyebabkan kesulitan keuangan, yang mengakibatkan pengajuan kebangkrutan tahun 2018.
- Penutupan toko dan restrukturisasi telah meningkatkan profitabilitas.
4.3 Menyesuaikan dengan Perubahan Preferensi Konsumen
- Kekhawatiran keberlanjutan menyebabkan permintaan terhadap kasur ramah lingkungan.
- Konsumen yang lebih muda lebih menyukai belanja daring, memaksa adaptasi dalam strategi pemasaran digital dan e-commerce.
5. Kesimpulan
- Model bisnis Mattress Firm bergantung pada penjualan kasur dengan margin tinggi, upsell, pembiayaan, dan kemitraan strategis.
- Meskipun menghadapi kesulitan keuangan di masa lalu, model ritel hybrid dan strategi penetapan harga mereka menjaga keuntungan.
- Perusahaan harus terus berkembang untuk bersaing dengan pengganggu e-commerce dan perubahan perilaku konsumen.
